Para pinisepuh (orang tua - dulu) disamping menjalankan puasa keagamaan, juga ada yang melaksanakan puasa-puasa lain.
Ada kebiasaan orang jawa jika menghadapi masalah atau kesulitan dalam menghadapi kehidupannya, sering melakukan lelaku/tapa atau puasa. Jenis-jenis puasa selain di bulan Ramadhan, yang saya ketahui:
1. Tapa/pasa "mutih" - a, metode: hanya makan nasi putih, air putih, selama 7 hari berturut-turut, minum air putih.
2. Tapa/pasa "mutih" - b, metode: berpantang makan garam/mengandung garam, selama 3 hari atau 7 hari, minim air putih
3. Tapa/pasa "ngrawat", metode: hanya makan sayur selama 7 hari 7 malam, minum air putih.
4. Tapa/pasa "pati geni", metode: berpantang makan makanan yang dimasak memakai api(geni), selama sehari semalam.
5. Tapa/pasa "ngebleng", metode: tidak makan/minum dan tidak tidur selama 3 hari 3malam.
6. Tapa/pasa "ngrame", metode: siap berkorban menolong siapa saja dan kapan saja.
7. Tapa/pasa "ngeli", metode: menghanyutkan diri di sungai ("ngeli" = menghanyutkan diri)
8. Tapa/pasa "mbisu", metode: Tidak berbicara/bertegur-sapa dengan orang lain (biasanya selama berkeliling desa atau benteng di malam 1 Suro (1 Muharam).
9. Tapa/pasa "mendhem", metode: menyembunyikan diri atau mengubur diri (tinggal kepala hingga leher)
10. Tapa/pasa "kungkum", metode: menenggelamkan diri dalam air/sungai.
11. Tapa/pasa "ngalong", metode: menggantung di pohon semalaman posisi kaki diatas. ("kalong"=kelelawar besar).
Masih banyak lagi yang lain, yang saya belum ketahui.
Orang tua, kita dulu menghadapi suatu tantangan/kesulitan hidup dengan dimulai dari diri sendiri, mencoba merasakan kesulitan hidup yang lebih pahit, dengan berpantang dan berpuasa.