Jika sesekali waktu anda berpergian ke kawasan wisata di daerah Gunungkidul, akan lebih mendapat sensasi baru jika mendapat oleh oleh makanan khas asli buatan penduduk lokal di Gunungkidul.
Cara memperolehnyapun sebetulnya tidak terlalu sulit, jika mau meluangkan waktu nginap, ditempat kerabat atau saudara. Hal ini perlu karena makanan khas tersebut sulit dijumpai pada hari-hari biasa dan di tempat wisata. Harus tuan rumah yang bikin sendiri, atau datang langsung ke pasar tradisional yang hari pasaran dan tempatnyapun khusus. Contonya hari pasaran Pahing ramai di pasar Karangmojo, Kliwon di pasar Munggi(Semanu) dsb.Pada tempat dan hari pasaran tersebut dari pagi sehabis subuh sudah banyak yang menuju dan tiba di pasar, pedagang resmi yang menghuni los-los pasar atau pedagang kecil yang sudah antre mncegat penjual dan pembeli di sepanjang jalan masuk menuju pasar. Jangan sampai datang terlambat sebab jam 08.00 pasti pasar sudah sepi.
Sebenarnya Pemerintah Kabupaten Gunungkidul bisa memanfaatkan "event" pasar tersebut dengan membuat brosur agenda tempat dan hari pasaran tersebut melalui Dinas Pariwisata setempat.
Banyak yang dijajakan di pasar tradisional tersebut. Kalau di kota besar ada di gelar "event" Pasar murah. Mungkin di daerah sudah ada sejak dahulu yang masih rutin diadakan. Tempatnya selalu berpindah-pindah sesuai dengan hari pasaran jawa: Pon, Wage, Kliwon, Legi dan Pahing. Mengapa mirip seperti pasar murah di kota besar, karena disamping harganya terjangkau masyarakat desa, juga tidak setiap hari pasar ditempat tersebut buka, hanya pasaran tertentu saja buka. Juga Pedagangnya disamping tentunya penduduk sekitar, juga penduduk Luar daerah yang menggelar daganganya. Kalau pedagang lokal hanya menggelar dagangannya di pasar tersebut, tapi kalau pedagang luar daerah selalu berpindah ke tempat lain mengikuti hari pasaran.
Jika anda berlibur dan sempat menginap di rumah teman atau saudara, usahakan pas paginya pasar terdekat adalah hari pasaran. Dan minta pagi-pagi dibangunkan dan diantar ke pasar. Sampai di pasar anda akan menjumpai ramainya aktivitas pasar. Ramai pasar tersebut tidak akan anda jumpai esok harinya, sampai pas hari pasaran yang sama.
Anda ingin belanja, sebaiknya saya sarankan anda berbelanja sesuatu yang tidak atau jarang ditemukan di daerah sekitar tempat tinggal anda. biasanya makanan dan kerajinan. mungkin di Gunungkidul dari pasar yang satu ke pasar daerah yang lain memiliki khas yang berlainan. contoh makanan yang mungkin agak asing bagi anda:
makanan
- Tape gronjol : tape yang dibuat dari bahan ketela kering ("gaplek) yang dipotong dadu kecil-kecil, dibungkus dengan daun pisang, rasanya manis renyah (mirip "peuyeum" Jabar).
- Puli-tempe : Nasi yang dikasih obat puli (gendar) di tumbuk menjadi kenyal lalu dipotong dadu besar, disajikan dan disantap bareng dengan tempe kedelai bacem, sungguh nikmat dan unik rasanya.
- Karangan-rumput laut : Rumput laut yang hijau dibikin seperti agar-agar, dipotong dadu besar dimakan langsung dengan saus sambel, sungguh gurih unik.
- Tempe-mandhing : tempe yang dibuat dari lamtoro kecil ("mandhing") dibacem dengan bumbu khas parutan kelapa muda, untuk lauk bersama sambel mentah, nikmat.
- Daging sapi-kicikan : daging sapi dipotong agak halus yang dimasak semacam rendang agak berkuah, cocok untuk lauk nasi beras merah.
- Jangan lombok ijo - sayur cabe hijau : Sayur santan kental dengan bahan tempe kedelai dipotong dadu, petai, rambak (krupuk kulit/urat sapi), cabe hijau dan sedikt cabe rawit, cocok dengan nasi beras merah hangat, bikin semakin hot berlinangan air mata, haru dengan kenikmatannya.
- krecek telo-manggleng : camilan gurih dari bahan ketela direbus, diiris dadu memanjang, di rendam semalam, ditiriskan dan dijemur sampai kering. kemudian digoreng, siap untuk camilan sambil minum teh nasgithel (pana-legi-kenthel) gula batu.
- Thiwul : Kalau dahulu sebagai nasi alternatif beras, sekarang "thiwul" lebih terkenal dengan camilan yang terbuat dari adonan tepung tapioka (ketela), dibuat buliran kecil-kecil, dicampur gula putih dan merah di kukus, disajikan dengan perutan kelapa muda. sungguh terlalu, nikmatnya.
- Gathot : Ketela kering (gaplek) direndam dalam air kapursirih semalam, ditiriskan dan di kukus, disajikan dengan parutan kelapa muda, tak kalah nikmatnya dengan thiwul.
- Cemplon : kayak combro Jabar, dari ketela basah diparut, dibikin adonan dicampur sedikit parutan kelapa muda danbumbu tentunya, dicetak bulat-bulat sebesar isi kepalan tangan, diisi dengan gula merah atau mesis/coklat, digoreng. wih nikmat disantap hangat-hangat.
Selamat mencoba, tentunya masih banyak lagi yang belum tertulis, dan setiap tepat akan lebih banyak cirikhas yang lebih kompli. Silahkan berlibur ke Gunungkidul dan berwisata pasar tradisional.