Perjuangan rakyat kecil dalam memperjuangkan hak-haknya, tak lepas dari kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan dari para pimpinan pemerintah/negara. Kadang kalanya rakyat selalu saja menuntut hak-hak rakyat kecil yang selalu mengacu kepada kesejahteraan rakyat. Meraka tidak mau repot-repot memikirkan hak-hak pemerintah/negara.
Lingkup yang lebih khusus lagi adalah lingkup Perusahaan.
Nah disinilah peran suatu kesepakatan kerja bersama yang disusun dan dituangkan dalam buku peratauran kesepakatan kerja bersama. Di dalam kesepakatan kerja bersama (KKB), tentunya harus disusun berdasar peraturan pemerintah atau undang-undang tentang ketenagakerjaan. Setelah semua pihak sepakat, Karyawan-Managemen-Pengusaha (Tripartiet), kemudian mereka melaksanakan proses penghargaan dan sangsi yang diberikan kepada seluruh karyawan harus mengacu kepada KKB.
Sering terjadi kendala dalam pelaksanaan, KKB dalam perjalanannya terjadi penyimpangan (perubahan) atau kata halusnya penyesuaian. Selama masih dalam batas kesepakatan atau diterima oleh semua karyawan, perubahan akan bisa terus dijalankan. Tentunya harus melalui kesepakatan lagi dalam meng-"amandemen" KKB.
Bagaimana jika tidak terjadi kesepakatan perubahan ? Masih ada forum bernegosiasi. Proses negosiasi harus sangatlah berhati-hati, karena menyangkut hak semua pihak. Kesepakatan atau jalan tengah biasanya, kembali lagi ke KKB semula, sampai masa berlaku habis dan disusun KKB yang baru nantinya.
Berhasil tidaknya kita bernegosiasi muncul berbagai kepentingan yang bisa kita setarakan dengan istilah Jawa "Swargo Nunut Neroko Katut". (Masuk Surga kita ikut, masuk Neraka kita terseret juga). Kalau karyawan masih menikmati haknya (yang bersifat mensejahterakan mereka) ikut menikmati, tapi jika terjadi perubahan yang dianggap merugikan karyawan, semua terseret juga.
Harapan para karyawan semoga bisa bersepakat demi kesejahteraan karyawan dan keuntungan perusahaan. Jangan ada pemimpin/pejabat tinggi yang cuman plin-plan, pasif, egois. "Swargo nunut, neraka (Ora) katut". Atau bahkan malah "dompleng" menaikan benefit kesejahteraan level mereka. Kasihan rakyat, jurang pemisah terlalu menganga. Terjadi kesenjangan ekonomi dan kecemburuan sosial.