Seenak-enaknya jadi buruh/karyawan, masih enak jadi pengusaha, itu menurut pandangan buruh/karyawan. Tidak tahu dari sudut pandang pengusaha, lha wong tidak pernah jadi pengusaha.
Awal tahun biasanya dan pasti, para buruh/karyawan seperti saya mulai resah. Awal tahun biasanya pemerintah mulai merealisaikan janji tahun kemarin yang ingin menaikan ini-itu. Misalnya harga BBM dan tarif-tarif yang lain. Sementara untuk buruh/karyawan masih menunggu realisasi penyesuaian UMP/UMR yang pada awal tahun belum bisa direalisasikan oleh pengusaha. Tetapi di pasaran sudah mulai melonjak harga semua kebutuhan pokok. mau nggak mau ujung-ujungnya para buruh/karyawan pada mengeluh.
Kepentingan buruh/karyawan biasanya tentu saja mengenai kesejahteraan sebagai buruh/karyawan, yang mereka peroleh dari perusahaan:
- mendapat upah yang sesuai, tinggi tentunya.
- tunjangan selain gaji pokok
- fasilitas kesehatan yang baik
- transport
- makan
- perumahan
- jaminan pension
- insentif
- lembur
- bonus
- libur/cuti panjang
- rekreasi & pesta karyawan
- seragam
- tempat ibadah dan istirahat
- parkir yang luas
- santunan dan sumbangan
Kepentingan Pengusaha
Mungkin, lha wong saya belum pernah jadi pengusaha,
- Ada Pengusaha yang sangat baik, merealisasikan semua keinginan/kepentingan buruh/karyawan.
- Ada Pengusaha yang baik, merealisasikan sebagian/beberapa keinginan/kepentingan buruh/karyawan.
- Ada Pengusaha yang buruk, "kalau buruh/karyawan mau semua keinginan/kepentingan anda terpenuhi, sana pindah ke perusahaan lain yang mau merealisaikan semua keinginan/kepentingan anda, atau ikut perusahaannya mBah-mu, sana!"
Kali saja begitu, nggak tahu?