Masih banyak saudara-saudara kita di pedesaan yang, jauh-jauh hari siap atau memang terpaksa siap dengan kelangkaan BBM. Walaupun begitu kebutuhan BBM khususnya minyak tanah masih belum bisa mereka lepas sama sekali.
Mereka masih tergantung kepada minyak tanah sebagai alat penerangan selain Listrik. Memang untuk kebutuhan bahan bakar untuk memasak, masih banyak orang yang tidak punya kompor minyak sama sekali. Untuk kebutuhan bahan bakar, mereka mengandalkan kayu bakar yang masih tersedia melimpah dipekarangan dn ada yang masih mencari kayu bakar semak belukar di hutan milik pemerintah, tapi memang sudah jarang.
Mereka sekarang rata-rata memiliki ladang yang luas dan selain digarap untuk ditanami padi dan palawija, juga ladang yang tak tergarap mereka tanami dengan tanaman keras/pohon (jati, mahoni, sengon, akasia dll).
Selama saya menghadiri suatu hajatan di tempat paman di desa, di dapur mereka sama sekali tidak memakai kompor minyak tanah, apalagi kompor gas.
Tungku besar-besar dengan peralatan masak dari tembaga yang besar, masih menjadi andalannya.
Bahan bakar berupa kayu bakarpun masih banyak tertumpuk.
Dengan kemungkinan nanti cadangan minyak bumi akan berkurang atau habis. Kita lalu berpikir, sudah sejauh mana kesiapan kita atau anak cucu kita.