| |
albertus' posts with tag: irung petruk
|  | Irung Petruk Riwayatmu dulu. Belum jelas catatan sejarah, tentang dibukanya jalan raya Jogja - Wonosari, yang menembus melintasi hutan perbukitan sebelah timur dan selatan Jogja. Yang jelas sewaktu kecil dahulu tahun 70-80-an, jika melintas jalan raya dari Piyungan (Wilayah Kab.Batul) sampai Bunder (Gading Wilayah Kab. Gunungkidul), akan terasa putar-putan pusing. Banyak kelokan-kelokan tajam, sampai-sampai Kendaraan atau bis-bis jalannya miring kanan-kiri. Banyak yang bikin penumpang pada mabok kendaraan. Waktu kecil dahulu jika dari Wonosari berangkat berkunjung ke saudara yang ada di daerah "ngarai" (biasa nenek menyebut kawasan lembah piyungan yang luas terhampar persawahan yang hijau dilihat dari puncak bukit Patuk). Setelah sampai dipertengan perjalan yang berkelok-kelok, kemudian hampir setiap penumpang, tak ketinggalan nenek berkata "Kita sudah sampai irung petruk, sambil semua penumpang bus melongok keluar jendela bus, ada yang tahu maksudnya, ada yang bingung, apa memang ada orang melintas diluar seperti Petruk yang berhidung panjang? Namun kini, irung petruk tinggal kenangan, seiring perkembangan jaman yang menuntut praktis dan kecepatan. Tidak ada lagi kendaraan melintas di tikungan "irung petruk". Kendaraan lebih dipermudah melintas di jembatan yang telah memenggal irung petruk yang "mancung", menjadi irung petruk yang "pesek".
|
| | |
|
|