albertus' posts with tag: gunungkidul

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag gunungkidul
Blog EntryGunungkidul Punya Gunung GambarApr 10, '08 2:25 AM
for everyone

Ngawen, Penjaga Sejarah Surakarta

Kamis, 10 April 2008 | 11:25 WIB

(Kompas Edisi Yogyakarta, artikel Gelanggang)

Oleh: MAWAR KUSUMA

Gunung Gambar di Kecamatan Ngawen, Gunung Kidul, menyimpan sejarah Yogyakarta-Surakarta. Warga Ngawen yang dulunya merupakan rakyat Surakarta memilih bergabung di bawah kekuasaan Kasultanan Yogyakarta. Namun, petilasan Raja Surakarta seperti Pangeran Samber Nyawa masih dipelihara oleh warga. 

Selain dikenal sebagai petilasan Pangeran Samber Nyawa, Gunung Gambar menyimpan sejarah tentang Kyai Gading Mas, tetua cikal bakal desa. Masih segar di ingatan Iman Tiyoso (88), seusai kemerdekaan Indonesia tahun 1945, warga Ngawen diharuskan memilih menjadi rakyat Yogyakarta atau Surakarta.

Meski menyimpan sejarah panjang sebagai bagian dari kerajaan Surakarta, dalam rapat besar kala itu, warga memilih bergabung dengan Yogyakarta. Jika harus ikut Surakarta, status tanah kami hanya gaduh (hak pakai). Kami memilih punya tanah hak milik yang diakui Yogyakarta, ujar Iman yang lahir pada 1920, Rabu(9/4).

Menjadi bagian dari Yogyakarta bukan berarti memutuskan rantai keterikatan dengan Surakarta. Apalagi Pangeran Samber Nyawa sempat melarikan diri dari kejaran Belanda ke Ngawen, tepatnya di Gunung Gambar. Di tempat itu, konon, pangeran dari Surakarta tersebut bertapa lebih dari setengah tahun di Gunung Gambar.

Selama bertapa Samber Nyawa menyusun strategi penyerangan terhadap Belanda. Tempat pertapaan itu kini hanya tersisa berupa batuan- batuan besar di atas bukit. Bekas berupa empat tapak kaki di batuan keras yang diyakini milik Samber Nyawa masih bisa dilihat hingga sekarang. Selain itu ada tapak kaki kuda sebagai kendaraannya.

Menurut Iman, Samber Nyawa sempat menyusun strategi peperangan dengan menggambar peta serangan di atas bukit itu sehingga dikenal sebagai Gunung Gambar. Seusai bertapa, Pangeran Samber Nyawa memulai peperangan melawan Belanda dari Wonogiri.

Di Wonogiri Samber Nyawa berjumpa dengan seorang janda yang menjamu makanan bubur panas. Janda tersebut mengajari tentang cara memakan bubur panas harus dimulai dari pinggir sebelum menghabiskan bagian tengahnya. Lalu, muncullah ide strategi perang dengan menghancurkan musuh dari pinggir baru ke tengah, kata Iman.

Meski menyimpan cerita sejarah, Gunung Gambar bagi anak-anak tetap hanyalah sebagai salah satu area bermain. Bersama dua rekannya, Andre (10) biasa menghabiskan waktu sepulang sekolah dengan menyusuri setiap lekuk batu serta mengambil buah uni dengan rasa masam sebagai kudapan.

Dengan lincah, para siswa SD Gunung Gambar I ini berlarian di antara bebatuan tanpa takut terjatuh. Padahal batu-batuan tersebut terletak di atas bukit yang sangat curam. Di usia masih dini, mereka hanya mengenal secuil sejarah dari petilasan, tapi tetap bisa menjadi pemandu yang cukup baik.

Bertapa Sekilas dilihat dari kaki bukit, puncak dari bukit batu yang dikenal sebagai Gunung Gambar ini seperti tak terdaki, hanya tonjolan batuan berwarna hitam di atas bukit. Namun, setelah melewati pintu gerbang bergaya Surakarta, terdapat jalan setapak menuju puncaknya.

Sejak Samber Nyawa bertapa di Gunung Gambar, dusun di sekitar bukit tersebut diganti sebutan menjadi Dusun Gunung Gambar dari sebelumnya Dusun Gempol. Gunung Gambar sempat ramai dikunjungi ketika masa Orde Baru, terutama karena ibu negara Tien Soeharto yang berasal dari Surakarta cukup memberikan perhatian bahkan membantu pembangunan gapura bagi petilasan Samber Nyawa.

Jika pada masa Orde Baru keramaian pengunjung digambarkan lebih ramai dari pasar malam, kini Gunung Gambar jarang dikunjungi.Mereka yang berkunjung biasanya orang-orang yang ingin mencari pengayoman. Tempat ini mulai ramai pada satu Sura atau saat tahun baru. Saking sepinya, tempat loket tiket sudah hampir ambruk

dan tak lagi digunakan. Beberapa pengunjung sembari membawa bunga mawar tabur datang untuk meminta pengabulan aneka permohonan. Petilasan Pangeran Samber Nyawa diyakini bisa memberi berkah berupa kedudukan dan kekuasaan. Sementara petilasan Kyai Gading Mas dipercaya bisa memberikan kekayaan.

Biasanya yang dapat kekayaan dan kehormatan itu adalah mereka yang datang dari tempat jauh. Bagi kami, warga sekitar, cukuplah perlindungan, kesehatan, dan keamanan yang selama ini sudah kami rasakan, tutur Iman yang kini telah memiliki 10 anak, 27 cucu, dan 12 cicit.

Iman meyakini umur panjang serta banyaknya keturunan berasal dari kemurahan para leluhurnya.Sebagai bentuk ucapan terima kasih terutama bagi leluhur Kyai Gading Mas, warga biasa melaksanakan upacara nyadranan setiap satu tahun sekali.


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help