Jaman apa ya sekarang ini, mungkin setelah jaman edan adalah jaman edan2 (edan kuadrat). Masak sih, harga tanaman jati (kayu jati) berton-ton kalah sama harga gulma (anthurium) satu pot. Bayangkan saja harga bibit, toge(tokolan) anthurium bisa mencapai ratusan ribu rupiah.
Sitiap kumpul ngobrol sama kawan, nggak tahu mulai dari mana ujung-ujungnya pasti tentang tananam hias, khususnya anthurium. Namanya pun aneh-aneh, ada jenmani, gelombang cinta, hookeri, golok, keris, mungkin di Jabar ada kujang, di Kalimantan ada mandau, kali. Ada lelucon orang jual sapi untuk beli jenmani, sampai di rumah jenmani di jemur, sorenya jenmani habis dimakan kelinci. Jadi Sapi=jenmani=kelinci.
Memang para pialang anthurium pandai bikin harga pasaran anthurium. Kalau lagi boom sekarang ini memeng harga melangit, tapi mudah-mudahan para pialang anthurium bisa menjaga ritme (kayak strategi sepak bola).