| |
albertus' posts with tag: belalang
Fenomena banyak munculnya pemburu-pemburu belalang di Gunungkidul saat ini, tak lepas dari keadaan alam musim kemarau yang begitu kering dan panas di Gunungkidul, Selain bercocok tanam tiada lagi yang bisa dikerjakan sebagian besar warga pedesaan. Sambil menunggu musim hujan datang, mereka mengerjakan tanah tegalan mereka yang kering kerontang dengan membajak dan mencangkul tanah pekarangan mereka, tentu saja kering panas dan kerasnya bukan main, tanpa ada pengairan. Untuk menambah penghasilan atau uang jajan anak-anak, mereka mencoba berburu belalang, sebagian untuk konsumsi lauk pauk sendiri, dan sebagian lagi mereka jual ke pembeli yang status mereka lebih "priyayi" yang suka akan kelezatan belalang, mereka tidak mungkin berburu sendiri. Kelezatan belalang goreng konon tak kalah dengan udang goreng. Atau mereka jual di pinggir jalan raya menuju kota, Lumayan setiap hari bila beruntung satu renteng yang berisi 100 ekor belalang mereka bandrol dengan harga yang lumayan mahal, Rp10.000 s/d Rp20.000, lumayan buat tambahan penghasilan. Biasanya yang berburu adalah anak-anak seusia SD, dari pagi matahari terbit sebelum berangkat sekolah, dan dilanjutkan sebelum matahari tenggelam. Alat penangkapnyapun amat sederhana, hanya berbekal galah bambu tinggi sekitar 12 m dan ujungnya dipasang jaring bundar berdiameter sekitar 6 cm. Dengan melongok ke dahan dahan pohon jati yang meranggas, jaring diarahkan ke belalang yang hinggap di dahan. jaring diteungkupkan ke punggung belalang senggol dikit , maka masuklah belalang keperangkap sang pemburu. Klip(1).3gp (2.6 MB)
| | |
|
|