Gunungkidul Jaman Dahulu, Di Kampungku

Aneka Komoditas Hasil Pertanian

Lain dulu, lain sekarang. Sekarang sudah jamannya pencari kayu bakar di hutan pun ber-"HP". Sebagian besar wilayah pertanian di Gunungkidul adalah ladang tadah hujan. Antara bulan November sampai April, biasanya ladang-ladang kelihatan hijau, karena masih ada air hujan turun. Itupun jika musim tidak berubah akibat pemanasan global atau terjadi “salah mongso” (salah musim). Akibat keadaan alam dan tergantungnya pasokan air dari hujan, maka jenis-jenis tanamannyapun sangat disesuaikan dengan kondisi alam yang minim pengairan.

Jenis tanaman hasil pertaniannyapun sangat unik, tanaman-tanaman tersebut banyak ditanam atau dengan sendirinya tumbuh setelah turun hujan cukup membasahi tanah. Jika yang sengaja ditanam jelas telah dipersiapkan sebelum musim tanam dan sengaja ditanam. Tapi ada juga tanaman yang tidak dipersiapkan dan tidak sengaja ditanam tapi banyak bermunculan.

Jenis tanaman yang sengaja ditanam, misalnya:

1.                          Ketela pohon – dengan cara di”stek” (kira-kira sepanjang 3-4 mata tunas di ketiak daun singkong), dari batang singkong dari hasil panen tahun lalu yang disimpan dengan cara batang-batangnya dipotong sepangang kira-kira 1 meter disandarkan di pagar samping rumah.

2.                          Padibiasanya disebar duluan sebelum musim hujan turun, dibiarkan tersebar di tanah yang kering tetapi telah dibajak atau dicangkul. Dengan harapan hujan segera turun membasahi tanah yang telah ditebari “gabah”, segera tumbuh. Dengan catatan hujan terus lancar turun sepanjang hari. Coba bayangkan jika hujan telah telanjur menumbuhkan padi, tapi hujan segera berhenti turun beberapa hari, tentu saja spekulasi petani akan gagal tumbuh jika tidak terkejar oleh hujan berikutnya dan harus diulang lagi, rugi biaya dan waktu. Tetapi mereka sudah biasa mengalaminya tetapi masih saja diulang, entah dengan perhitungan apa. Mereka punya perhitungan jika tidak terlambat tanam, satu musim penghujan akan bisa tanam dan panen dua kali. Itu mungkin perhitungannya.

3.                          Jagung, Canthel Biasanya ditanam setelah tanah basah oleh hujan di sela-sela tanaman padi dan di pinggiran sawah.

4.                          Kedelai dan kacang tanah Ditanam setelah tanah basah oleh hujan, bisa ditanam di lahan tersendiri atau juga bisa tumpang sari dengan padi atau kacang tanah.

Jenis tanaman yang tidak sengaja ditanam, banyak jenis tanaman yang bermanfaat, tumbuh dengan sendirinya bagaikan rumput dan ilalang, setelah hujan turun membasahi tanah ladang, biasanya bijinya berasal dari biji-biji yang rontok bertebaran pada musim panen sebelumnya. Tanaman-tanaman tersebut antara lain:

1.      Wijen – yang bijinya untuk minyak wijen dan untuk melumuri kulit onde-onde.

2.      Gudhe – (bahasa yang lainnya belum tahu). Sebagai gambaran bijinya sebesar biji kedelai berwarna ungu (basah), jika sudah kering kehitaman. Biasanya orang-orang dimanfaatkan sebagai campuran masakan sop atau bening.

3.      Koro, benguk, kecipir – kacang-kacangan yang merambat.

Dan masih banyak lagi yang menjadi ciri khas masing-masing daerah di Gunungkidul.

Harapanku sekarang untuk daerahku, adalah pemerintah merealisasikan pengairan yang cukup. Biar SDM yang telah terlatih dan digembleng oleh alam tersebut bisa menikmati panen sepanjang musim.


Add a Comment
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help